BELAJAR+BERBAGI TENTANG LINGUISTIK
Hai teman-teman semua.., kali ini saya mau berbagi ilmu dengan teman-teman tentang linguistic. Setiap harinya kita sering berkomunikasi dengan sesame, baik itu teman kerja, teman kampus, keluarga, dan tetangga sebelah. Kita tahu bahwa komunikasi merupakan proses percakapan atau perbincangan untuk menyampaikan informasi dan lain sebagainya. Nah, kawan-kawan dalam berkomunikasi kita sering menggunakan berbagai bahasa, baik itu bahasa daerah/traditional, bahasa Indonesia, bahasa inggris, dan sebagainya. Bahasa merupakan alat komunikasi yang terbaik yang di miliki manusia. Untuk mengetahui hakikat dan seluk beluk bahasa, maka kita perlu mempelajari dan memiliki pengetahuan tentang linguistic.
Ada beberapa istilah yang harus kita ketahui,sebelum kita lanjut ke pembahasan berikutnya, yaitu sebagai berikut:
Linguistic adalah ilmu tentang bahasa ,dimana objek kajiannya adalah bahasa.
Lingua adalah kata lain dari bahasa
Linguis adalah orang yang ahli dalam ilmu linguistic atau pakar linguistic.
Pengertian linguistic
Kata linguistic berasal dari bahasa latin “lingua” yang berarti ‘bahasa’. Linguistic merupakan ilmu tentang bahasa yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya. Dalam bahasa perancis ada tiga istilah untuk memyebut bahasa ialah sebagai berikut:
Langue : suatu bahasa tertentu
Langage : bahasa secara umum.
Parole : bahasa dalam wujud yang nyata yaitu berupa ujaran.
Linguistic sering di sebut juga sebagai linguistic umum (general linguistic), yang berarti ilmu linguistic tidak hanya mengkaji sebuah bahasa,melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya, yang dalam peristilahan perancis di sebut langange. Bapak linguistic modern yaitu Ferdinand de Saussure (1857-1913). Buku pertama kali di terbitkan beliau ialah “course de linguistique generale,tahun 1916”.
Defenisi linguistic menurut para ahli
Beberapa para ahli mengemukakan pendapatnya mengenai definisi linguistic, berikut definisinya:
Menurut Bloomfield (1933: 20-34), definisi dari linguistic yaitu sains (science), seperti halnya ilmu fisika dan ilmu kimia adalah bagian dari sains (science)
Menurut Comsky, definisinya yaitu suatu generative yang sifatnya adalah mentalistik, hal ini di karenakan tujuan utamanya adalah untuk menjelaskan hakekat kompetensi (compentence) dan bukan menjelaskan hakekat kinerja (performance).
Menurut Hjlemslev definisi linguistic adalah suatu contoh metasemiotika (telaah tentangbahasa yang juga bahasa itu sendiri).
Menurut Benveniste, definisi linguistic yaitu suatu perbedaan antara dimensi-dimensi semantik dan semiotik pada suatu bahasa.
Menurut Newmark, definisi linguistic yaitu sutu ide dasar yang ada di dalam sutu teks yang bersangkutan.
Menurut Martinet (1987: 19), definisi linguistic yaitu suatu ilmu yang mngambil bahasa sebagai objek kajiannya.
Menurut Matthews, definisi linguistic ialah suatu studi ilmiah atau ilmu bahasa yang mempelajari tentang bahasa.
Menurut Harimuti Kridalaksana,linguistic di defenisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tata bahasa.
Menurut Dubois, Jean, defenisi dari lingustik yaitu suatu kajian ilmiah tentang bahasa.
Manfaat linguistic
Linguistic sangat berdampak positif atau memberi manfaat langsung kepada orang yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa seperti linguis, guru bahasa, penerjemah, penyusun kamus, penyusun buku teks, dan politikus. Manfaat linguistic diantaranya:
Linguis : membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya dalam penyelidikan bahasa.
Guru bahasa : melatih dan mengajarkan keterampilan berbahasa.
Penerjemah : membantu dalam mendapatkan hasil terjemahan yang baik.
Penyusun kamus : membantu dalam menyusun kamus yang lengkap dan baik.
Penyusun buku teks : membantu dalam memilih kata dan menyusun kalimat yang tepat.
Politikus : membantu dalam aktivitasnya berkomunikasi dengan orang banyak.
Jadi, teman-teman sampai di sini dulu ya pembahasan kita kali ini tentang linguistic. Kita akan lanjutkan di pembahasan berikutnya. Untuk kesimpulan, linguistic merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar